Rabu, 26 Maret 2014

UU No 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara



UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2003
TENTANG
KEUANGAN NEGARA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:
a.              bahwa penyelenggaraan pemerintahan negara untuk mewujudkan tujuan bernegara menimbulkan hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang;
b.              bahwa pengelolaan hak dan kewajiban negara sebagaimana dimaksud pada huruf a telah diatur dalam Bab VIII UUD 1945;
c.               bahwa Pasal 23C Bab VIII UUD 1945 mengamanatkan hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undang;
d.              bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c perlu dibentuk Undang-undang tentang Keuangan Negara.

Mengingat:
Pasal 4, Pasal 5 ayat (1), Pasal 11 ayat (2), Pasal 17, Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 20, Pasal 20A, Pasal 21, Pasal 22D, Pasal 23, Pasal 23A, Pasal 23B, Pasal 23C, Pasal 23D, Pasal 23E, dan Pasal 33 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana telah diubah dengan Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.

Makalah Sistem Pengendalian Manajemen



BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban (Responsibilty centers). Pusat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya suatu organisasi merupakan kumpulan dari berbagai pusat pertanggungjawaban. Adapun tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah:
  1. Sebagai basis perencanaan, pengendalian, dan penilai kinerja manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya.
  2. Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi.
  3. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence.
  4. Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki kompetensi sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat.
  5. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan.
  6. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien.
  7. Sebagai alat pengendalian anggaran.

Makalah Pusat Laba




BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Devinisi DAN KONSEP Pusat laba
               Pusat laba (profit center) merupakan pusat pertanggungjawaban yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan biaya-biaya dan menghasilkan pendapatan tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan tentang investasi. Pusat laba hanya bertanggungjawab terhadap tingkat laba yang harus dicapai. Misalnya: pimpinan anak perusahaan atau manajer divisi yang tidak diberi hak untuk mengambil keputusan tentang investasi.
           Menurut Robert N. Anthony dan Vijay Govindarajan dalam bukunya yang berjudul “Sistem Pengendalian Manajemen” yang diterjemahkan oleh F.X. Kurniawan Tjakrawala, menjelaskan bahwa: “Pusat laba adalah suatu unit organisasi dimana didalamnya pendapatan dan pengeluarannya diukur berdasarkan kondisi moneter.” (2002;181)
              Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan manajemen senior untuk dapat menggunakan satu indikator yg komprehensif, dibandingkan jika harus menggunakan beberapa indikator.
             Banyak keputusan manajemen melibatkan usulan untuk meningkatkan beban dengan harapan bahwa hal itu akan menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam peningkatan penjualan keputusan semacam ini disebut sebagai pertimbangan biaya/pendapatan (expense/revenue trade-off). Tambahan beban iklan adalah salah satu contohnya. Untuk dapat mendelegasikan keputusan trade-off semacam ini dengan aman ke tingkat manajer yang lebih rendah, maka ada dua kondisi yang harus dipenuhi :

Selasa, 18 Maret 2014

Makalah Model Jigsaw



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkat aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum.
Kurikulum secara berkelanjutan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan berorientasi pada kemajuan sistem pendidikan nasional, tampaknya belum dapat direalisasikan secara maksimal. Salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran.
Berdasarkan pengamatan riil di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa ini kurang meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam pembelajaran ekonomi. Masih banyak tenaga pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh guru.

Proposal Usaha Popcorn



BAB  I  
PENDAHULUAN
A.  Judul Kegiatan : POPCORN GURIH DAN MANIS (GURMA)
B.  Status Usaha : Usaha yang akan saya jalankan adalah rintisan makanan ringan popcorn “Gurma”.
C.  Rasional Kegiatan : Usaha makanan ringan popcorn yang akan saya dirikan adalah jenis usaha makanan ringan berskala kecil yang khusus hanya memproduksi popcorn berbahan baku jagung. Alasan saya dalam memilih jenis usaha ini didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai beriktut; (a) Popcorn merupakan jajanan makanan ringan favorit yang sudah banyak dikenal orang dan banyak disukai oleh semua kalangan, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari kalangan rakyat kecil sampai kalangan kelas atas, (b) Bahan baku popcorn adalah jagung yang dapat diperoleh dengan mudah didaerah tempat saya akan melakukan usaha, (c). Saya memiliki kemampuan dalam mengolah jagung kering menjadi popcorn dan sebelumnya saya juga pernah berjualan popcorn.
D.  Tujuan Kegiatan :
Tujuan dari didirikankanya usaha makanan ringan popcorn ini adalah:
a)      Untuk memperoleh penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan membantu ekonomi keluarga.
b)      Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan hasil pertanian yang pernah saya pelajari.