Selasa, 18 Maret 2014

Makalah Model Jigsaw



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkat aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum.
Kurikulum secara berkelanjutan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan berorientasi pada kemajuan sistem pendidikan nasional, tampaknya belum dapat direalisasikan secara maksimal. Salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran.
Berdasarkan pengamatan riil di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa ini kurang meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam pembelajaran ekonomi. Masih banyak tenaga pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh guru.

Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang selalu didominasi oleh guru. Dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.
Upaya peningkatan prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat diperoleh prestasi belajar yang optimal.
Untuk itu, perkembangan metode pembelajaran yang menyenangkan siswa untuk lebih berfikir kreatif dan inovatif perlu dikembangkan oleh guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Maka guru harus memikirkan cara yang tepat untuk memberikan metode yang kreatif sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw dianggap cocok untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia karena sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk menyusun makalah dengan judul “Penerepan Model Jigsaw dalam Pembelajaran Mengenai Pasar untuk Meningkatkan Keterampilan Partisipasi Sosial Peserta Didik”.
B.     Rumusan Masalah
1.         Bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model jigsaw?
2.         Bagaimana cara meningkatkan keterampilan partisipasi sosial peserta didik dalam model pembelajaran jigsaw?


C.     Tujuan
1.         Mengetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran jigsaw dalam materi pasar
2.         Mengetahui tingkat keterampilan partisipasi social peserta didik


























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.      Model Jigsaw
Model pemebelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil, seperti yang diungkapkan Lie ( 1993: 73), bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama salaing ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.
Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah imformasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasii, anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya ( Rusman, 2008.203).
Slavin (Syarifuddin, 2009:12) mengemukakan bahwa “Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri atas beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas pengusaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya”.

B.       Aspek Psikomotor
Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya.
Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.

C.       Keterampilan Partisipasi Sosial
Dalam kegiatan pembelajaran, siswa perlu dibelajarkan bagaimana berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Keahlian bekerja dalam kelompok sangat penting karena dalam kehidupan bermasyarakat begitu banyak orang menggantungkan hidup melalui kelompok. Beberapa keterampilan partisipasi sosial yang perlu dibelajarkan oleh guru meliputi:
·      Mengidentifikasi akibat dari perbuatan dan pengaruh ucapan terhadap orang lain
·      Menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada orang lain
·      Berbagi tugas dan pekerjaan dengan orang lain
·      Berbuat efektif sebagai anggota kelompok
·      Mengambil berbagai peran kelompok
·      Menerima kritik dan saran
·      Menyesuaikan kemampuan dengan tugas yang harus diselesaikan
                                                                           
D.      Materi Pasar
Pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengeadakan transaksi jual-beli barang dan jasa. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas, yaitu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar.
Ada tiga fungsi yang mendasar pada keberadaan pasar, yakni :
Fungsi Distribusi maksudnya pasar berfungsi mendekatkan jarak antara konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi.Dalam fungsi distribusi, pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
Fungsi Pembentukan Harga maksudnya pasar berfungsi sebagai pembentuk harga pasar, yaitu kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.
Fungsi Promosi maksudnya pasar digunakan sebagai ajang promosi. Pelaksanaan promosi dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk, membagikan brosur, membagikan sampel, dll.
Jenis-jenis Pasar:
1.         Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah pasar di mana penjual dan pembeli sangat banyak sehingga harga tidak dapat ditentukan oleh seseorang melainkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
a.         Pembeli dan penjual banyak sehingga penjual dan pembeli secara perseorangan tidak dapat sesukanya menentukan harga di pasar
b.        Barang yang diperjualbelikan bersifat homogeny
c.         Pemerintah tidak ikut campur dalam pembentukan harga
d.        Pembeli bebas memilih produk
e.         Penjual dan pembeli mengetahui keadaan pasar.

2.         Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu pasar di mana hanya terdapat sedikit penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak.
Ciri-ciri pasar oligopoli:
a.       Hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar
b.      Barang yang dihasilkan atau dijual bersifat sama
c.       Sulit untuk masuk ke pasar karena investasinya tinggi
d.      Timbulnya pasar oligopoli ini disebabkan proses produksi menuntut dipergunakannya teknologi modern yang mendorong ke arah produksi secara besar-besaran sehingga persaingan melalui iklan sangat kuat.

3.      Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa. Satu penjual tersebut menguasai penjualan sehingga mereka bebas menentukan harga dan barang yang dijualnya.
Ciri-ciri pasar monopoli:
a.         Hanya ada satu penjual
b.        Pembeli tidak punya pilihan lain dalam membeli barang
c.         Tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang substitusi yang sempurna
d.        Harga ditentukan oleh perusahaan.
4.       Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang di dalamnya terdapat persaingan antara pedagang yang melakukan monopoli barang-barang yang diperjualbelikan pada dasarnya sama, tetapi jenisnya beraneka ragam.
Ciri-ciri pasar monopolistik:
a.         Terdapat banyak penjual
b.        Terdapat diferensiasi produk
c.         Produsen dapat mengendalikan harga pada tingkat tertentu.






BAB III
PEMBAHASAN

A.      Keuntungan Menggunakan Model Pembelajaran Jig Saw
Kelebihan dan kekurangan pembelajaran kooperatif Jigsaw adalah sebagai berikut :
Kelebihan pembelajaran kooperatif Jigsaw :
1.         Memacu siswa untuk lebih aktif, kreatif serta bertanggungjawab terhadap proses belajarnya.
2.         Mendorong siswa untuk berfikir kritis
3.         Memberi kesempatan setiap siswa untuk menerapkan ide yang dimiliki untuk menjelaskan materi yang dipelajari kepada siswa lain dalam kelompok tersebut.
4.         Diskusi tidak didominasi oleh siswa tertentu saja tetapi semua siswa dituntut untuk menjadi aktif dalam diskusi tersebut.
Disamping kelebihan dari pembelajaran kooperatif Jigsaw ada juga kekurangannya yaitu:
1.         Kegiatan belajar-mengajar membutuhkan lebih banyak waktu dibanding metode yang lain
2.         Bagi guru metode ini memerlukan kemampuan lebih karena setiap kelompok  membutuhkan penanganan yang berbeda

B.     Langkah-langkah Model Jigsaw
Perkembangan ilmu teknologi sangat memungkinkan siswa untuk lebih kreatif dalam pembelajaran untuk mencari informasi yang dapat di aplikasikan dalam setiap materi dan membuat siswa aktif berpartisipasi yang melibatkan intelektual dan emosional. Jadi dalam hal ini, bukan hanya guru yang berbicara, namun siswa ikut aktif dalam pembelajaran yang telah ia ketahui dari teknologi.
Selain itu, bekerja sama antar kelompok ataupun sesama siswa mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi. Tipe mengajar jigsaw dikembangkan oleh Aronson sebagai metode belajar koopertif learning.Tipe ini dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. (Lie, 2008 : 69)
Jigsaw didesain untuk meningkatkan tanggung jawab siswa dan pembelajaran orang lain karena siswa tidak hanya mempelajari materi yang telah ia dapat, tetapi juga harus memberikan materi kepada orang lain. Model pembelajaran ini terdiri dari kelompok kecil yang terdiri dari 2 orang atau lebih untuk saling bekerja saling ketergantungan  positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan materi pelajaran yang harus dipelajari dan di sampaikan kepada anggota kelompok lain dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran ini terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan yang berbeda. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan memahami materi tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan materi yang kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal dan masing-masing diberi tanggung jawab untuk keberhasilan masing-masing individu.
Langkah-langkah penerapan Jigsaw adalah:
a.    Orientasi
Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan. Membuat penekanan tentang manfaat penggunaan metode Jigsaw dalam kegiatan belajar mengajar. Peserta didik diminta belajar konsep secara keseluruhan untuk memperoleh gambaran keseluruhan konsep (konsep ini menjadi tugas yang sebelumnya harus sudah dibaca di rumah)

b.    Pengelompokan
Misalkan dalam kelas ada 20 siswa, yang kita tahu kemampuan matematikanya dan sudah di rangking (siswa tidak perlu tahu), kita bagi dalam 25%(rangking 1-5) kelompok sangat baik, 25% (rangking 6-10) kelompok baik, 25%(rangking 11-15) kelompok sedang, 25% (rangking 15-20) kelompok rendah.

c.    Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Expert
Selanjutnya kita akan membaginya menjadi 5 group (A – E) yang isi tiap groupnya hiterogen dalam kemampuan matematika, berilah indek 1 untuk siswa dlam kelompok sangat baik, indek 2 untuk kelompok baik, indek 3 untuk kelompok sedang, dan indek 4 untuk kelompok rendah. Misalkan (A1 berarti group A dari kelompok sangat baik, … A4 group A dari kelompok rendah. Tiap group akan berisi:
Group A (A1, A2, A3, A4)
Group B (B1, B2, B3, B4)
Group C (C1, C2, C3, C4)
Group D (D1, D2, D3, D4)
Group E (E1, E2, E3, E4)
Tiap kelompok ini diberi konsep matematika (Bangun Ruang) sesuai dengan kemampuannya.Kelompok 1 yang terdiri dari siswa yang sangat baik diberi materi yang lebih komplek worksheet 1 (limas segitiga).Kelompok 2 diberi mater worksheet 2 (tabung). Kelompok 3 diberi materi worksheet 3 (balok) dan kelompok 4 diberi materi worksheet (kubus).
Setiap kelompok diharapkan belajar topic yang diberikan dengan baik sebelum ia kembali kedalam group sebagai tim ahli (expert), peran pendidik cukup penting dalam fase ini.
Diskusi (pemaparan) kelompok ahli dalam group Expertist (peserta didik ahli) dalam konsep tententu ini kembali ke kelompok semula. Pada fase ini kelima group (1 – 5) memiliki ahli dalam konsep-konsep tertentu (worksheet 1 – 4). Selanjutnya pendidik mempersilahkan anggota group untuk mempresentasikan keahliannya dalam group nya masing-masing satu per satu. Diharapkan terjadi sharing pengetahuan antar mereka.

Aturan dalam fase ini adalah:
Group 1
A1, A2, A3, A4
Group 2
B1, B2, B3, B4
Group 3
C1, C2, C3, C4
Group 4
D1, D2, D3, D4
Group 5
E1, E2, E3, E4
Lalu di bagi menjadi:
Kelompok 1
A1, B1, C1, D1, E1
Kelompok 2
A2, B2, C2, D2, E2
Kelompok 3
A3, B3, C3, D3, E3
Kelompok 4
A4, B4, C4, D4, E4

·           Siswa memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anggota tim mempelajari materi yang diberikan
·           Memperoleh pengetahuan baru adalah tanggung jawab bersama, jadi tidak ada yang selesai belajar sampai setiap anggota menguasai konsep.
·           Tanyakan pada anggota group sebelum tanya pada pendidik tentang materi



d.   Test (Penilaian)
Guru memberikan test tulis untuk dikerjakan oleh siswa yang memuat seluruh konsep yang didiskusikan. Pada test ini siswa tidak diperkenankan untuk bekerja sama. Jika pada saat belajar mereka saling bahu membahu untuk memperoleh konsep yang benar maka pada saat penilaian ini mereka harus bekerja sendiri-sendiri, jika mungkin tempat duduknya agak di jauhkan.

e.    Pengakuan Kelompok
Penilaian pembelajaran kooperatif berdasarkan skor peningkatan individu, tidak didasarkan pada skor akhir yang diperoleh siswa, tetapi berdasarkan seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor sebelumnya. Setiap siswa dapat  memberikan kontribusi maksimum pada kelompoknya dalam sistem skor kelompok. Siswa memperoleh skor untuk kelompoknya di dasarkan pada skor kuis mereka melampaui skor dasar mereka.

f.     Evaluasi
Dalam melakukan evaluasi pada model pembelajaran jigsaw, seorang guru dapat memberikan angket yang berisi beberapa pernyataan mengenai aspek keterampilan partisipasi sosial yang nantinya akan diisi oleh peserta didik. Jadi dalam konteks ini peserta didik memberikan penilaian menurut pengamatannya sendiri terhadap teman diskusinya.









g.      Skenario Pembelajaran

Kegatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
1.    Pendahuluan
Kegiatan Pembuka
-          Guru memberikan salam
-          Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapihan kelas.
-          Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran.
-          Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan kali ini.

15 Menit
2.    Inti
Kegiatan Inti
-          Pengelompokan
-          Pembentukan dan Pembinaan Kelompok Expert
-          Test
-          Pengakuan Kelompok
-          Evaluasi
60 Menit
3.    Penutup
Kegiatan Penutup
-          Refleksi dari pembelajaran yang telah dilakukan.
-          Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hasil dari kegiatan pembelajaran
-          Guru menginformasikan tentang pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
15 Menit

Contoh angket:

Nama:
No Absen:

Indikator
Aspek
Penilaian
Tidak Pernah
Pernah
Sering
Selalu
Mengidentifikasi akibat dari perbuatan dan pengaruh ucapan terhadap orang lain










Menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada orang lain
Saya memperhatikan ketika teman sedang berbicara maupun menjawab pertanyaan




Saya menghargai setiap anggota kelompok yang mengajukan pendapat




Berbagi tugas dan pekerjaan dengan orang lain
Belajar secara berkelompok akan membantu saya lebih memahami materi pelajaran




Saya membagi tugas dengan teman sekelompok untuk memudahkan pengerjaan tugas kelompok




Berbuat efektif sebagai anggota kelompok
Selama diskusi saya tidak membahas masalah lain selain tugas kelompok




Saya bertanya kepada guru bila ada materi yang kurang jelas




Mengambil berbagai peran kelompok
Saya menerima tugas yang telah dibagi oleh kelompok




Saya siap jika dipilih menjadi ketua kelompok




Menerima kritik dan saran










Menyesuaikan kemampuan dengan tugas yang harus diselesaikan
Saya mencari bahan/materi pelajaran yang bersangkutan dengan materi diskusi




Sebelum kerja kelompok saya mempersiapkan diri dengan membaca materi diskusi dirumah




Saya mengerjakan soal-soal latihan yang berhubungan dengan materi diskusi




























BAB IV
PENUTUP 
A.    SIMPULAN
1.         Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekan pada sikap atau perilaku bersama dalam belajar atau membantu diantara sesame dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih.
2.         Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw ini pada kelas siswa dibagi berkelompok dengan lima atau enam anggota kelompok belajar heterogen.setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari,menguasai bagian tertentu bahan yang diberikan kemudian menjelaskan pada anggota kelompoknya. Dengan demikian terdapat rasa saling membutuhkan dan harus berkerjasama secara cooperative untuk mempelajari materi yang ditugaskan.
3.         Kerangka model pembelajaran jigsaw adalah para anggota dari kelompok asal yang berbeda,bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membatu satu sama lain untuk mempelajari topic mereka tersebut.setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok semula ( asal ) dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. Kunci tipe JIGSAW ini adalah interdepensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik.
4.         Keuntungan mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian. Sementara untuk kerugiannya ada beberapa yaitu keadaan kondisi kelas yang ramai, siswa yang lemah dimungkinkan menggantungkan pada siswa yang pandai serta membutuhkan waktu yang lebih lama apabila bila ada pernataan ruang belum  terkondisi dengan baik.
5.         Alasan mengapa kami menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam bab Fungsi, Persamaan dan pertidaksamaan Kuadrat karena tekhik pembelajaran jigsaw dapat diterapkan pada materi pembelajaran yang tidak berstuktur ( tidak saling berhubungan antara sub-sub materi ). Karena fungsi dan persamaan kuadratadalah materi yang tidak berstruktur maka kami memilih materi untuk diterapkan dalam model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw.

1 komentar:

  1. If you're trying hard to lose fat then you need to get on this brand new personalized keto meal plan.

    To produce this keto diet, licensed nutritionists, personal trainers, and professional cooks have united to develop keto meal plans that are productive, painless, price-efficient, and fun.

    From their launch in early 2019, thousands of individuals have already completely transformed their figure and health with the benefits a great keto meal plan can give.

    Speaking of benefits; clicking this link, you'll discover 8 scientifically-proven ones provided by the keto meal plan.

    BalasHapus